
Makassar bukan sekadar kota besar di timur Indonesia. Ia adalah rumah bagi rasa, cerita, dan kebersamaan. Saat Ramadan tiba, denyut kota terasa lebih pelan namun lebih hangat. Jalanan mulai ramai menjelang senja, aroma makanan tercium dari berbagai sudut, dan obrolan ringan tentang rencana buka bersama mengisi hari-hari penuh berkah.
Dalam semangat Sulsel Soul—yang menempatkan rasa lokal, kebersamaan, dan kebanggaan daerah sebagai napas utama—berikut sepuluh tempat buka puasa favorit di Makassar yang tak hanya menawarkan makanan lezat, tetapi juga pengalaman yang membumi dan bermakna.
Makassar Saat Ramadan: Hangat, Ramai, dan Penuh Rasa
Ramadan di Makassar selalu punya cerita. Dari kawasan Pantai Losari hingga sudut Panakkukang, masyarakat berkumpul untuk menikmati waktu berbuka dengan cara yang sederhana namun penuh arti.
Buka puasa di kota ini bukan hanya tentang menu apa yang tersaji, tetapi tentang siapa yang duduk di samping kita. Tentang tawa yang pecah sebelum azan, tentang doa yang terucap bersama, dan tentang rasa syukur yang terasa nyata.
Inilah jiwa Sulawesi Selatan—menghargai kebersamaan, menjunjung keramahan, dan merawat tradisi lewat makanan.
La Buana Cafe: Bukber Estetik dengan Sentuhan Modern Makassar
Jika kamu mencari tempat buka puasa di Makassar dengan suasana yang modern namun tetap hangat, La Buana Cafe bisa menjadi pilihan yang tepat.

Mengusung konsep garden cafe, tempat ini menghadirkan nuansa hijau yang menenangkan. Pepohonan, lampu-lampu temaram, dan area duduk yang nyaman membuatnya cocok untuk berkumpul bersama teman atau keluarga. Banyak pengunjung memanfaatkan spot-spot cantik di sini untuk mengabadikan momen Ramadan mereka.
Menjelang waktu berbuka, live music sering mengalun lembut, menciptakan suasana santai yang menyatu dengan senja Makassar. Menu yang ditawarkan pun cukup beragam. Mulai dari camilan ringan untuk takjil, hingga hidangan utama seperti ikan bakar, udang goreng tepung, dan berbagai olahan nusantara yang menggugah selera.
Berlokasi di Jalan Urip Sumoharjo Nomor 60, tempat ini mudah diakses dan ramah di kantong dengan harga mulai dari Rp15.000. Sebuah pilihan yang mencerminkan semangat modern-humanist—nyaman, terjangkau, dan tetap membumi.
Kampoeng Popsa: Buka Puasa dengan Sunset Ikonik Makassar
Tidak ada yang lebih syahdu dari berbuka puasa di tepi laut, ditemani langit jingga yang perlahan berubah gelap. Kampoeng Popsa menawarkan pengalaman itu.
Terletak di Jalan Ujung Pandang Nomor 4, tepat di depan Benteng Rotterdam, tempat ini menjadi favorit banyak orang untuk menikmati bukber dengan latar panorama laut Makassar. Suasana pantai yang terbuka memberi ruang untuk berbagi cerita tanpa terasa sesak.

Menu di Kampoeng Popsa menghadirkan cita rasa khas Sulawesi Selatan. Es pisang hijau menjadi takjil andalan yang selalu dicari. Teksturnya lembut dengan kuah manis yang menyegarkan setelah seharian berpuasa. Selain itu, tersedia juga aneka gorengan hingga makanan berat seperti Coto Makassar yang kaya rempah.
Di sinilah Sulsel Soul terasa kuat—menyatu antara alam, sejarah, dan kuliner dalam satu momen sederhana bernama berbuka puasa.
Ratu Gurih: Menikmati Seafood Segar dengan Kebanggaan Lokal
Makassar dikenal sebagai kota pesisir dengan hasil laut melimpah. Ratu Gurih membawa kekayaan itu ke meja makan dengan cara yang autentik.

Di restoran ini, pengunjung dapat memilih langsung ikan atau seafood segar yang ingin dinikmati. Ada sensasi tersendiri saat melihat bahan makanan dipilih dengan teliti, lalu diolah dengan bumbu khas yang kaya rasa.
Berbagai pilihan saus dan teknik memasak—bakar, goreng, hingga kuah—memberikan keleluasaan bagi setiap selera. Bagi yang tidak terlalu menyukai seafood, tersedia juga menu ayam, nasi goreng, dan aneka sop yang tak kalah nikmat.
Terletak di Jalan Boulevard Raya A2 Nomor 4, Panakkukang, Ratu Gurih menjadi tempat ideal untuk buka bersama keluarga besar. Suasananya nyaman dan hangat, mencerminkan nilai kekeluargaan yang menjadi ciri khas masyarakat Sulawesi Selatan.
Pantai Losari: Street Food Legendaris dan Rasa yang Tak Pernah Pergi
Pantai Losari bukan hanya ikon wisata, tetapi juga ruang publik tempat rasa dan cerita bertemu. Saat Ramadan, kawasan ini berubah menjadi surga takjil dan street food Makassar.
Salah satu yang paling legendaris adalah pisang epe. Tiga buah pisang kepok muda dibakar di atas arang hingga mengeluarkan aroma khas, lalu dipipihkan dan disiram gula merah cair yang melimpah. Manisnya gula berpadu dengan wangi asap arang, menciptakan rasa yang sederhana namun sulit dilupakan.

Dengan harga sekitar Rp15.000 per porsi, pisang epe bukan sekadar makanan, melainkan bagian dari identitas kota. Duduk di tepi pantai sambil menikmati takjil ini menghadirkan rasa nostalgia, kebersamaan, dan kebanggaan akan kuliner lokal.
Inilah wujud nyata Sulsel Soul—merawat tradisi tanpa kehilangan relevansi.
Kampoeng Kuliner Makassar: Ragam Cita Rasa Bugis-Makassar dalam Satu Tempat
Bagi kamu yang ingin menikmati banyak pilihan dalam satu lokasi, Kampoeng Kuliner Makassar adalah destinasi yang tepat.

Berlokasi di Jalan AP Pettarani, kawasan ini menghadirkan aneka menu khas Bugis-Makassar. Mulai dari takjil tradisional, konro yang gurih, pallubasa yang kaya rempah, hingga berbagai olahan ikan dan daging.
Harga menu berkisar antara Rp25.000 hingga Rp50.000, cukup sepadan dengan kualitas rasa dan pengalaman yang didapatkan. Tempat ini sering menjadi pilihan untuk acara buka bersama rekan kerja, komunitas, maupun keluarga besar.
Keberagaman tenant di sini mencerminkan semangat inklusif dan modern, namun tetap berakar kuat pada tradisi lokal.
RM Konro Karebosi: Legenda Iga Bakar Makassar
Konro Karebosi dikenal luas sebagai ikon kuliner Makassar. Sop konro dengan kuah kaya rempah dan iga sapi empuk menjadi favorit banyak orang.

Konro bakarnya pun tak kalah menggoda. Tempat ini pas untuk berbuka dengan hidangan berat yang mengenyangkan dan penuh cita rasa lokal.
Coto Nusantara: Hangatnya Tradisi dalam Semangkuk Kuah
Coto Nusantara menghadirkan Coto Makassar dengan kuah gurih dan potongan daging lembut. Disajikan bersama ketupat dan sambal khas, hidangan ini sangat pas untuk mengembalikan energi setelah berpuasa.

Suasananya sederhana namun selalu ramai, mencerminkan kecintaan warga terhadap kuliner tradisional.
Phinisi Point: Bukber Modern Tepi Laut
Phinisi Point menjadi alternatif bagi yang ingin berbuka dengan suasana modern. Beragam restoran dan cafe tersedia dalam satu kawasan dengan latar laut Makassar.

Pilihan menunya luas, dari lokal hingga internasional. Tempatnya nyaman dan cocok untuk bukber dengan suasana lebih kontemporer.
Cafe Mama Toko Kue: Takjil Manis Penuh Nostalgia
Cafe Mama Toko Kue menawarkan berbagai jajanan dan kue tradisional yang cocok sebagai menu berbuka. Barongko, jalangkote, dan aneka kue basah menghadirkan rasa nostalgia khas Sulawesi Selatan.

Tempat ini cocok untuk berbuka ringan atau membeli takjil untuk dinikmati bersama keluarga di rumah.
Red Corner Cafe: Nongkrong Luas, Modern, dan Penuh Energi
Bagi kamu yang mencari tempat buka puasa sekaligus nongkrong luas dan nyaman untuk banyak orang, Red Corner Cafe adalah pilihan yang tepat. Cafe ini dikenal dengan dominasi warna merah yang mencolok dan menjadi ciri khas tersendiri.

Suasananya modern namun tetap terasa hangat untuk berkumpul. Area yang luas membuatnya ideal untuk acara buka bersama komunitas, sahabat, maupun keluarga besar.
Menu makanan dan minuman di Red Corner Cafe cukup beragam dengan harga mulai dari Rp25.000. Beberapa menu favorit yang sering dipesan antara lain White Bro, Mango Yakult, dan Mango Lolipop yang segar dan cocok untuk berbuka.
Berlokasi di Jalan Yusuf Daeng Ngawing, Tidung, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, cafe ini mudah dijangkau dan menjadi salah satu spot nongkrong paling direkomendasikan di Makassar saat Ramadan.
Menutup Hari dengan Rasa Syukur dan Kebersamaan
Pada akhirnya, memilih tempat buka puasa di Makassar bukan hanya tentang lokasi atau harga. Ini tentang bagaimana kita merayakan Ramadan dengan penuh kesadaran, kebersamaan, dan rasa bangga terhadap kekayaan lokal.
Sepuluh tempat buka puasa di Makassar ini menghadirkan lebih dari sekadar hidangan lezat. Mereka adalah ruang bertemu, tempat berbagi cerita, dan simbol kebersamaan yang hidup dalam masyarakat Sulawesi Selatan.
Dalam setiap suapan konro, dalam manisnya pisang epe, dalam segarnya minuman di Red Corner, ada identitas yang dirawat dengan bangga. Ada Sulsel Soul yang terus tumbuh—optimistis, rendah hati, dan berakar kuat pada budaya lokal.
Semoga daftar ini membantu kamu merencanakan buka puasa yang hangat dan bermakna. Karena di Makassar, berbuka bukan hanya soal makan. Ia adalah tentang rasa, tentang cerita, dan tentang kebersamaan yang tak ternilai.