AlamWisata

Menemukan Harmoni Alam di Permadani 3 in 1 Sidrap

Hidden Gem Wisata Edukatif Sulsel

Menyusuri Ruang Tenang di Jantung Lumbung Pangan Sulawesi Selatan

Kabupaten Sidenreng Rappang—atau yang lebih akrab disebut Sidrap—selama ini dikenal sebagai jantung lumbung pangan di kawasan Indonesia Timur. Bentang alamnya dipenuhi hamparan sawah yang luas, irama kehidupan masyarakatnya berpijak pada musim tanam dan panen, serta nilai-nilai budaya Bugis yang hidup dan dijaga dari generasi ke generasi.

Namun Sidrap bukan hanya tentang produksi beras dan aktivitas pertanian. Di sela-sela kehidupan desa yang tenang, daerah ini perlahan menumbuhkan ruang-ruang wisata alternatif yang lahir dari kesadaran akan potensi lokal. Ruang wisata yang tidak dibangun dengan gegap gempita, tetapi tumbuh secara alami—menyatu dengan lingkungan dan kehidupan masyarakat sekitar.

Salah satu ruang itu bernama Agrowisata Permandian Alam Indah (Permadani) 3 in 1. Sebuah destinasi yang tidak hanya menawarkan rekreasi, tetapi juga pengalaman belajar, refleksi, dan kebersamaan dalam satu kawasan pedesaan yang asri.

Agrowisata ini terletak di Desa Allakuang, Kecamatan Maritengngae, sekitar 6 kilometer dari Kota Pangkajene, ibu kota Kabupaten Sidrap. Akses menuju lokasi tergolong mudah, dapat ditempuh dengan kendaraan roda dua maupun roda empat melalui jalan desa yang cukup baik. Perjalanan menuju Permadani 3 in 1 sendiri sudah menjadi bagian dari pengalaman—melewati lanskap sawah, kebun, dan rumah-rumah warga yang menghadirkan nuansa khas pedesaan Sulawesi Selatan.

Begitu memasuki kawasan wisata, suasana sejuk dan hijau langsung terasa. Tidak ada hiruk-pikuk kendaraan, tidak ada keramaian yang memaksa. Yang ada hanyalah udara segar, suara air, dan ruang yang mengajak pengunjung untuk memperlambat langkah.

Dari Gagasan Pendidikan ke Ruang Wisata Desa

Agrowisata Permadani 3 in 1 bukanlah destinasi yang lahir secara instan. Tempat ini digagas oleh Muhammad Basri, warga Desa Allakuang yang juga berprofesi sebagai kepala sekolah dasar. Berangkat dari latar belakang pendidikan, ia melihat bahwa alam desa menyimpan potensi besar sebagai ruang belajar yang sesungguhnya.

Gagasan Permadani 3 in 1 muncul dari keinginan sederhana: menghadirkan tempat yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mendidik. Alih-alih membiarkan lahan desa menjadi ruang kosong atau tidak termanfaatkan, kawasan ini dikembangkan menjadi wisata berbasis edukasi dan lingkungan yang dapat diakses oleh semua kalangan—anak-anak, pelajar, hingga keluarga.

Konsep ini menjadikan Permadani 3 in 1 sebagai semacam “kelas terbuka”, di mana pengunjung diajak berinteraksi langsung dengan alam, tanaman, dan hewan. Sebuah pengalaman belajar yang tidak dibatasi tembok, papan tulis, atau buku pelajaran.

Nama Permadani sendiri merupakan singkatan dari Permandian Alam Indah, yang merepresentasikan daya tarik utama kawasan ini sebagai ruang pemandian alami dengan suasana sejuk dan menenangkan. Sementara istilah 3 in 1 merujuk pada tiga konsep utama yang dirangkai menjadi satu kesatuan: wisata alam, wisata edukasi (eduwisata), dan wisata kuliner lokal. Angka tiga juga melambangkan tiga tingkatan area wisata yang tersusun bertahap di dalam kawasan.

Tiga Tingkatan, Tiga Cara Menikmati Alam

Salah satu ciri khas Agrowisata Permadani 3 in 1 terletak pada pembagian area wisatanya yang bertingkat, seolah mengajak pengunjung menjelajah perlahan dari bawah ke atas.

Di tingkatan pertama, pengunjung akan menemukan kolam renang dengan konsep alami. Airnya segar, suasananya terbuka, dan dikelilingi oleh pepohonan yang memberi keteduhan. Kolam ini menjadi favorit pengunjung, terutama saat cuaca panas. Berenang di sini terasa sederhana, namun menenangkan—sebuah cara untuk kembali menyatu dengan alam.

agrowisata permadani 3 in 1 sidrap

Naik ke tingkatan kedua, suasana menjadi lebih tenang. Di area ini terdapat kolam air panas yang kerap dimanfaatkan pengunjung untuk relaksasi, melepas lelah setelah beraktivitas. Selain itu, terdapat pula kolam ikan yang sering menjadi daya tarik anak-anak. Di sini, pengunjung bisa melihat ikan dari dekat, belajar mengenal jenisnya, sekaligus menikmati suasana yang lebih hening.

Sementara itu, tingkatan ketiga menjadi pusat konsep eduwisata dan agrowisata. Di area inilah nilai pendidikan Permadani 3 in 1 benar-benar terasa. Berbagai fasilitas disediakan, seperti:

  • Green house yang berisi tanaman hias
  • Kandang burung merpati
  • Kebun pepaya dan tanaman produktif lainnya
  • Pohon ketapang kecil
  • Kolam khusus anak-anak

Area ini dirancang sebagai ruang belajar yang ramah dan interaktif. Anak-anak dapat mengenal tanaman, hewan, dan lingkungan secara langsung—belajar dengan cara melihat, menyentuh, dan merasakan.

Eduwisata: Belajar yang Membumi

Konsep eduwisata di Permadani 3 in 1 bukan sekadar pelengkap. Ia menjadi ruh utama yang membedakan tempat ini dari destinasi wisata lain. Pengunjung, khususnya pelajar, dapat belajar tentang cara menanam dan merawat tanaman, fungsi green house, siklus hidup makhluk hidup, hingga pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem.

Belajar di sini terasa lebih santai dan membumi. Alam berperan sebagai guru, sementara pengalaman menjadi metode utama pembelajaran. Sebuah pendekatan yang relevan dengan kehidupan desa dan kebutuhan generasi muda untuk kembali dekat dengan lingkungannya.

Menyantap Rasa Bugis di Tengah Alam

Selain wisata alam dan edukasi, Permadani 3 in 1 juga menghadirkan wisata kuliner khas Bugis. Menu yang disajikan didominasi olahan ikan segar, sayur-sayuran, dan rempah tradisional yang kaya rasa.

Cita rasa masakan Bugis yang gurih dan kuat berpadu dengan suasana alam pedesaan menciptakan pengalaman bersantap yang sederhana namun berkesan. Menikmati hidangan sambil memandang hijau pepohonan dan mendengar suara alam menjadi momen yang sulit dilupakan.

Tak heran jika Agrowisata Permadani 3 in 1 juga menjadi tempat favorit warga lokal untuk bersantai. Banyak yang datang hanya untuk duduk, berbincang, dan menikmati udara segar—terlebih karena biaya masuknya masih digratiskan, menjadikannya ruang publik yang inklusif dan ramah.

Menjaga yang Tumbuh dari Desa

Agrowisata Permadani 3 in 1 adalah bukti bahwa potensi desa dapat berkembang menjadi destinasi wisata yang bernilai, tanpa harus kehilangan jati dirinya. Ia tumbuh dari gagasan pendidikan, dikelola dengan kesadaran lingkungan, dan dinikmati bersama oleh masyarakat.

Jika berkunjung ke sini, datanglah bukan hanya sebagai wisatawan, tetapi sebagai tamu yang menghargai alam dan budaya lokal. Jaga kebersihan, rawat ketenangan, dan hormati ruang yang telah dirawat dengan penuh kesadaran.

Karena tempat seperti Permadani 3 in 1 tidak sekadar menawarkan pemandangan, tetapi juga mengajarkan kita tentang harmoni—antara manusia, alam, dan pengetahuan—yang tumbuh pelan-pelan dari desa di jantung Sulawesi Selatan. 🌿

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button