AlamWisata

Menemukan Kedamaian di Wisata Alam Lotong-Lotong

Menemukan Rasa Damai di Wisata Alam Buhung Tie Lotong-Lotong, Permandian Tersembunyi di Tengah Sawah Bontobahari

Ada sesuatu yang magis dari suara gemericik air yang berpadu dengan desir angin sawah. Di Kelurahan Benjala, Kecamatan Bontobahari, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, tersembunyi sebuah tempat yang tenang namun penuh kehidupan — Wisata Alam Buhung Tie Lotong-Lotong, atau yang akrab disebut Permandian Alam Lotong-Lotong.

Sekilas, tempat ini mungkin tampak sederhana. Namun begitu kamu melangkah ke tepi kolam, melihat kejernihan airnya, dan mencium aroma tanah basah dari sawah di sekitarnya, kamu akan tahu — ini bukan sekadar tempat mandi. Ini adalah potongan kecil dari ketenangan hidup pedesaan yang jarang tersentuh waktu.

Terletak di jantung Kecamatan Bontobahari, sekitar 30 menit dari pusat kota Bulukumba, kawasan ini mudah dijangkau, meski jalan masuknya masih perlu sedikit kesabaran. Namun justru di situlah letak pesonanya: semakin jauh kamu melangkah dari kebisingan, semakin dekat kamu dengan keaslian.

Suasana dan Keindahan Alam yang Memanjakan Mata

Wisata Alam Buhung Tie Lotong-Lotong merupakan salah satu destinasi menarik yang cocok dikunjungi bersama keluarga. Di sini, pengunjung bisa bersantai, bermain air, atau sekadar duduk menikmati pemandangan yang menyejukkan. Tempat ini merupakan pemanfaatan sumber air oleh warga setempat, yang terletak di tengah persawahan mereka.

Airnya berasal dari sisa pembuangan PDAM untuk masyarakat Kecamatan Bontobahari dan Bira, mengalir ke kolam irigasi sepanjang sekitar 100 meter. Dari kolam inilah lahir sebuah permandian alami yang kini menjadi salah satu spot healing favorit di Bulukumba bagian selatan.

Di sisi kanan kolam, terlihat padi-padi yang tumbuh subur, sementara di bagian bawah pondasi, deretan pohon kelapa membentuk kanopi alami. Rumah-rumah petani yang berdiri di tengah sawah menambah pesona, seolah setiap sudut di sini punya cerita untuk diceritakan.

Objek wisata ini ramai dikunjungi wisatawan saat musim kemarau seperti sekarang. Airnya senantiasa jernih dan ini merupakan keunikan dari Lotong-Lotong. Di saat banyak sumber air mengering, Lotong-Lotong tetap mengalir dengan bening, menyejukkan siapa pun yang datang.

Sebaliknya, di musim hujan, airnya tidak terlalu jernih dan tidak melimpah. Namun tetap saja, suasana pedesaannya selalu menenangkan.

Daya Tarik dan Cerita Lokal yang Tak Lekang Waktu

Kabupaten Bulukumba memang menyimpan sejuta pesona wisata, dan salah satunya adalah Wisata Alam Buhung Tie Lotong-Lotong.

Berikut beberapa daya tariknya yang membuat tempat ini semakin dikenal luas:

1. Sumber Mata Air yang Jernih dan Menyegarkan

Tempat ini memiliki sumber air alami yang luar biasa jernih. Air yang mengalir terus-menerus tampak kebiruan hingga dasar kolam terlihat jelas — seolah kolam ini terbuat dari kaca kristal.

Kesegaran air yang dingin menjadikannya tempat sempurna untuk melepas penat dan menyegarkan diri di tengah cuaca tropis Sulawesi. Tak heran banyak keluarga datang sore hari hanya untuk berendam sambil bercengkerama.

2. Pemandangan Sekitar yang Memanjakan Mata

Keindahan tidak hanya berasal dari airnya, tapi juga dari pemandangan sekitar. Hamparan sawah yang membentang, pohon kelapa yang menjulang, serta langit biru yang memantul di permukaan air menciptakan harmoni sempurna antara alam dan kehidupan desa.

Barangkali tak banyak yang tahu, bahwa di balik sejuknya udara dan gemericik air di Lotong-Lotong, tersimpan kenangan masa kecil yang tak lekang waktu.
“Usia saya sudah lebih dari 40 tahun. Saya sering mandi di tempat ini saat masih anak-anak, ketika masih sekolah dasar,” kenang Andika Mappasomba, seorang warga Bulukumba yang kini kembali menapaki jejak masa kecilnya di sumber air yang sama.

Dikutip dari Tribunnews Makassar, Andika bercerita bahwa sumber air ini telah ada sejak puluhan tahun silam — airnya tak pernah surut, tetap jernih dan melimpah seperti dulu. Bagi warga sekitar, aliran air ini bukan sekadar tempat bermain, melainkan sumber kehidupan. Para petani mengandalkannya untuk mengairi sawah dan memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari.

Di sinilah, di antara gemericik air dan hamparan padi yang bergoyang pelan, tersimpan kisah tentang waktu yang terus berjalan namun tetap menjaga kejernihan yang sama — seperti Lotong-Lotong itu sendiri.

3. Spot Foto yang Instagramable

Bagi penggemar fotografi, tempat ini adalah surga kecil. Pemandangan kolam biru dengan latar sawah hijau menciptakan kontras warna alami yang menakjubkan. Banyak pengunjung mencoba berfoto di bawah air, menggunakan pelindung kamera agar hasilnya maksimal.
Foto-foto dari tempat ini pun kerap viral di media sosial, membawa nama Lotong-Lotong makin dikenal luas.

Fasilitas dan Akses Lokasi

Walau pesonanya luar biasa, fasilitas di sini masih tergolong sederhana. Beberapa fasilitas seperti tempat duduk, kamar ganti, dan jalan akses masih perlu diperbaiki. Penerangan jalan juga belum memadai.
Namun, di balik keterbatasan itu, keindahan alaminya membuat siapa pun yang datang merasa terbayar.

Menariknya, biaya masuk ke lokasi ini sangat terjangkau — hanya Rp 2.000 per kendaraan dan per orang. Harga yang hampir simbolis untuk menikmati kesejukan alam dan ketenangan batin yang ditawarkan Lotong-Lotong.

Menjaga Alam, Merawat Cerita

Itulah beberapa daya tarik dari Wisata Alam Buhung Tie Lotong-Lotong, salah satu sumber mata air paling menawan di Kabupaten Bulukumba. Ke depan, warga berharap pemerintah daerah dapat membantu memperbaiki infrastruktur dan menambah fasilitas agar wisata ini bisa berkembang tanpa kehilangan kesederhanaannya.

Permandian Lotong-Lotong bukan sekadar tempat mandi — ia adalah ruang di mana alam dan manusia hidup berdampingan, saling menjaga keseimbangan.

Datanglah bukan hanya untuk menikmati kejernihan airnya, tapi juga untuk belajar menghargai kehidupan desa yang terus mengalir tenang di bawah langit Bontobahari.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button