Coto Kuda Jeneponto Tampil Memukau di ICCF Malang 2025
MALANG, SULSELSOUL.COM – Inovasi kuliner khas Jeneponto kembali menarik perhatian nasional. Melalui keikutsertaan di ajang Indonesia Creative Cities Festival (ICCF) 2025 di Malang Raya, Coto Kuda tampil sebagai simbol kekuatan budaya dan kreativitas masyarakat selatan Sulawesi.
Wakil Bupati Jeneponto, Islam Iskandar, S.H, hadir mewakili daerahnya dalam festival ekonomi kreatif terbesar di Indonesia tersebut. Ia dengan bangga memperkenalkan Coto Kuda—hidangan khas yang sarat makna sejarah dan identitas lokal.
“Coto Kuda adalah simbol ketangguhan masyarakat Jeneponto. Melalui kuliner ini, kami ingin menunjukkan bahwa Jeneponto tidak hanya kaya budaya, tetapi juga memiliki potensi ekonomi kreatif yang bisa berkontribusi bagi Indonesia,” ujar Islam Iskandar di sela kegiatan ICCF 2025, Sabtu (8/11/2025).
Partisipasi Jeneponto di ajang ini bukan sekadar memperkenalkan cita rasa khas daerah, tetapi juga bagian dari visi pembangunan ‘Jeneponto Bahagia 2029’—sebuah arah pembangunan yang menekankan keberlanjutan, daya saing, dan inklusivitas.
ICCF sendiri merupakan pertemuan tahunan jejaring kota kreatif Indonesia, diinisiasi oleh Indonesia Creative Cities Network (ICCN) yang berdiri sejak 2015 dengan semangat kolaborasi lintas sektor. Tahun ini, festival tersebut mengusung tema “Nusantaraya: Senyawa Malang Raya”, yang menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah, akademisi, bisnis, komunitas, media, dan lembaga keuangan (Hexa Helix) untuk melahirkan solusi nyata bagi pembangunan kreatif di Indonesia.
Ketua Umum ICCN, Fiki C. Satari, menyampaikan bahwa ruang seperti ICCF bukan hanya ajang pamer karya, tetapi juga wujud perayaan atas keberagaman dan kolaborasi lintas daerah.
“Kreativitas adalah jembatan antara budaya dan masa depan. Dari Malang Raya, kita tunjukkan bahwa Indonesia adalah bangsa kreatif yang mampu bersaing di level global,” ujarnya.
Kehadiran Coto Kuda dari Jeneponto di panggung nasional menjadi lebih dari sekadar promosi kuliner. Ia adalah bentuk pernyataan: bahwa kekuatan lokal bisa menjadi inspirasi besar bagi Indonesia yang berdaya saing. Dari dapur kecil di pesisir selatan, aroma rempah dan semangat masyarakat Jeneponto kini menembus panggung kreatif nasional.
Dari sini kita belajar, bahwa perubahan dan kebanggaan daerah bisa lahir dari keberanian memperkenalkan identitas sendiri dengan cara yang kreatif.
